
Angka yang cukup
membuat kontroversi. Meskipun 0 itu lebih kecil dari pada 1, tetapi kemunculan
angka nol ternyata jauh bertahun-tahun setelah angka 1 sampai 9 sudah
dinotasikan. Angka 0 muncul karena adanya suatu permasalahan pada pengurangan.
Jika mempunyai 5 sapi, kemudian 5 sapi itu dijual maka sisa sapi adalah tidak
ada. Saat itu pun orang bingung dengan notasi yang tepat untuk menunjukkan
tidak ada. Sampai akhirnya disepakati dengan menuliskan lambang 0 (baca : nol).
Beberapa tahun kemudian, suatu masalah muncul? Suatu
masalah yang berhubungan dengan angka 0.
Bagaimana jika membagi dengan angka 0?
Pembagian dengan
nol mengakibatkan semua angka bernilai sama. Sehingga pada waktu itu ada sebuah
berita bahwa angka 0 akan dihapus. Tetapi bagaimana dengan bilangan 10, 100 dan
bilangan yang memuat angka nol yang lain? Sampai akhirnya, karena angka 0 lebih
banyak kegunaannya maka kemudian angka 0 ditetapkan sebagai lambang bilangan.
Angka nol masuk ke dalam kategori bilangan cacah. Dan selanjutnya pembagian
dengan angka nol tidak didefinisikan.
Identitas Penjumlahan
Pada penjumlahan
berlaku r + 0 = 0 + r dengan
sebarang bilangan real. 0
di sini adalah sebagai
identitas
penjumlahan. Sebarang bilangan jika ditambah dengan angka 0 maka hasilnya
adalah bilangan itu sendiri
3
+ 0 = 3
3,1415
+ 0 = 3,1415
Perkalian
dengan nol
Setiap bilangan
real yang dikalikan dengan nol, maka hasilnya adalah nol. Bisa dituliskan a
x 0 = 0 x a, untuk sebarang
bilangan real.
23 × 0 = 0 × 23 = 0
47 × 0 = 0 × 47 = 0
Bagaimana dengan tak hingga dikalikan dengan nol.
∞ × 0 = ?
Hasilnya ya sama dengan nol.
Pembagian
dengan nol
Dalam ilmu hitung matematika, satu hal yang tidak boleh
dilakukan adalah membagi dengan nol. Dalam kehidupan, kita ibaratkan membagi
dengan nol itu sama halnya dengan membuang suatu rezeki. Membagi dengan 1 bisa
ditafsirkan dengan mengambil suatu rezeki hanya untuk dirinya sendiri. Membagi
dengan 2 bisa ditafsirkan membagi rezeki kepada dua orang. Dan seterusnya.
Agama kita melarang untuk membuang suatu rezeki. Meskipun
rezeki itu nilainya sangatlah kecil.
Demikian halnya dalam ilmu hitung matematika. Membagi dengan nol itu
tidak boleh dilakukan. Karena akibatnya sangatlah fatal. Coba perhatikan hal
berikut
Anggap a = b
a^2 = ab [kedua ruas dikali dengan
]
a^2 – b^2 = ab – b^2 [kedua ruas dikurang b^2]
(a
+ b)(a - b) = b (a - b) [pemfaktoran]
(a+b) = b [kedua ruas dibagi a - b]
b + b = b
2b = b
2 = 1
Akibat yang
sangat fatal. Ini mengakibatkan 2 = 1. Padahal seharusnya 2
tidak sama dengan 1
Kesalahan terjadi
pada bentuk
(
a + b )(a-b) = b (a-b) menjadi a + b = b
Di situ kita
melakukan pembagian dengan nol.
Karena a
= b maka nilai a
– b = b – b = 0
Ingat! Pembagian
dengan nol itu tidak didefinisikan.
Nol per nol
Tidak jauh
berbeda dari pembagian dengan nol. Nol per nol bisa diibaratkan sesuatu yang
tidak ada, dan tidak dibagikan kepada siapapun. Sesuatu yang kosong yang
dibuang. Tidak ada artinya membicarakan hal tersebut. Begitu juga nol per nol.
Jika memang di awal kita sudah tidak diperbolehkan membagi dengan nol. Di sini
berlaku pula untuk pembilang sama dengan nol. Tidak boleh dilakukan. Hasilnya
pun tidak didefinisikan.
Kalau
sebelumnya kita ketahui bahwa pembagian dua bilangan yang sama hasilnya 1, maka
sekarang wajib kita berikan pengecualian yaitu untuk dua bilangan yang sama itu
adalah 0.
a^0
(a Pangkat Nol)
Setiap bilangan yang
dipangkatkan nol hasilnya sama dengan 1. Sebuah definisi mengatakan, jika
bilangan real dan, a ≠ 0 maka a° = 1.
Ini adalah sebuah definisi. Dan bukan merupakan sebuah teorema.
0^a
(Nol Pangkat a)
Untuk a ≠ 0 , nilai dari 0^a sama dengan nol.
Karena menurut
definisinya yaitu 0
x 0 x 0 x 0 x … x 0 sebanyak a faktor 0.
Hasilnya akan tetap
sama dengan nol. Ini juga merupakan bagian dari pembahasan sebelumnya yaitu
perkalian dengan nol. Hasilnya sama dengan nol.
0^0(nol pangkat nol)
Ingat sifat
perkalian pada bilangan pangkat. A ^ m × a ^ n = a ^ ( m + n ).
Kita ambil a = 0
dan m
= 0. Sedangkan n ≠ 0.
Selanjunya bisa kita tuliskan 0 ^ 0 × 0 ^ n = 0 ^ ( 0 + n ).
Ingat 0 ^ n untuk
n bukan nol nilainya adalah nol. Dan akhirnya kita dapatkan
0 ^ 0 × 0 = 0
Misalkan kita ambil 0 ^ 0 = 1,
maka hasilnya benar.
Kita ambil 0 ^ 0 = 7,
hasilnya pun benar. 7 × 0 = 0.
Kita ambil bilangan
berapapun akan memenuhi. Ingat kembali sifat perkalian dengan angka 0. Sebarang
bilangan bisa mewakili 0 ^ 0.
Oleh karena itu 0 ^ 0 akhirnya
tidak didefinisikan.
Mungkin beberapa
kalkulator scientific masih menuliskan bahwa 0 ^ 0 = 1.
Padahal jelas-jelas hal ini adalah salah.
0!
Baca 0
faktorial. Notasi seperti ini didefinisikan sebagai berikut :
n! (baca: n
faktorial), didefinisikan sebagai perkalian bilangan asli dari n sampai 1
sebagai berikut
1 ∙ 2 ∙ 3 ∙ 4 ∙ … ∙ ( n – 1 ) ∙ n
dan 0! = 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar